Rabu, 02 Desember 2015


Disusun Oleh :
Nama: Oktarina Putrianti
No  : 25
Kelas  : XII IPS 3
SMAN 1 CEPU
TAHUN PELAJARAN 2015/2016


1. Pendahuluan
            Kearifan Lokal adalah dasar untuk pengambilan kebijakan pada level lokal dibidang kesehatan, pertanian, pendidikan, pengelolaan sumber daya alam dan kegiatan pedesaan.

Ciri ciri kearifan lokal :
-mampu bertahan terhadap budaya luar
-memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar
-mampu mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam budaya asli
-mampu mengendalikan dan mampu memberi arah pada perkembangan budaya

Tipe-Tipe Kearifan Lokal :
Kearifan Lokal dalam hubungan dengan makanan
Kearifan Lokal dalam hubungan dengan pengobatan
Kearifan Lokal dalam hubungan dengan sistem produksi
Kearifan Lokal dalam hubungan dengan perumahan
Kearifan Lokal dalam hubungan dengan Pakaian
Kearifan Lokal dalam hubungan sesama manusia
  
 
       Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegraf dan Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya. 
 
 
Hubungan Antara Globalisasi & kearifan lokal
 
       Proses saling mempengaruhi adalah gejala yang wajar dalam interaksi antar masyarakat. Melalui interaksi dengan berbagai masyarakat lain, kelompok-kelompok masyarakat selalu mengalami proses dipengaruhi dan mempengaruhi. Kebudayaan juga mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang senantiasa berubah. Di era globalisasi ini masyarakat harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada .
 
 
Kondisi Kesenian dan Kebudayaan di Era Globalisasi
 
      Arus globalisasi membuat perubahan budaya terjadi di dalam masyarakat tradisional, yaitu perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa.  
 
 
Walaupun ada upaya pewarisan kearifan lokal dari generasi ke generasi, tidak ada jaminan bahwa kearifan lokal akan tetap kukuh menghadapi globalisasi.
   
Masuknya Pola Hidup Barat dan Budaya Populer  
 
    Budaya yang masuk ke Indonesia seperti cara berpakaian, etika, pergaulan dan yang lainnya sering menimbulkan berbagai masalah sosial diantaranya;  kesenjangan sosial ekonomi, kerusakan lingkungan hidup, kriminalitas, dan kenakalan remaja.  

PERUBAHAN BUDAYA DALAM GLOBALISASI ; KESENIAN YANG BERTAHAN DAN YANG TERSISIHKAN

   Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkir dan kehilangan fungsinya. Sekalipun demikian, bukan berarti semua kesenian tradisional kita lenyap begitu saja. Ada berbagai kesenian yang masih menunjukkan eksistensinya, bahkan secara kreatif terus berkembang tanpa harus tertindas proses modernisasi. Pesatnya laju teknologi informasi atau teknologi komunikasi telah menjadi sarana difusi budaya yang ampuh, sekaligus juga alternatif pilihan hiburan yang lebih beragam bagi masyarakat luas. Akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati berbagai seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka. 
 
 Batik Blora, merupakan bagian dari kesenian blora
 
 
Setelah lama mengembangkan motif batik dengan ciri khas Blora. Saat ini mulai dikembangkan lagi motif batik Blora dengan carak dan ciri khas warga Samin yang ada di Blora.





Motif samin tersebut telah dikembangkan sekitar enam bulan yang lalu dan dikerjakan sendiri oleh lima orang warga sedulur sikep yang ada di Dusun Karangpace, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Blora.

Keraton adalah contoh kearifan lokal yang menjadi obyek wisata dan pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus Museum Perjuangan Bangsa

Warteg merupakan salah satu contoh kearifan lokal dalam wujud gotong royong. Dengan penggiliran pengelolaan warung sebagai implementasi nilai gotong royong.

 
Berikut dampak globalisasi terhadap kearifan lokal:
1.       Persegaran dan pergantian manusia;
2.       Kebebasan terkekang;
3.       Kepribadian terhimpit;
4.       Obyektivitas manusia;
5.       Mentalitas tekhnologi;
6.       Krisis teknologi dan
7.       Nilai etika dan moral ditinggalkan (bergeser).


Kearifan lokal menjadi penting dan bermanfaat hanya ketika masyarakat lokal yang mewarisi sistem pengetahuan itu mau menerima dan mengklaim hal itu sebagai bagian dari kehidupan mereka

Sumber :