Disusun
Oleh :
Nama:
Oktarina Putrianti
No : 25
Kelas : XII IPS 3
SMAN
1 CEPU
TAHUN
PELAJARAN 2015/2016
1.
Pendahuluan
Kearifan
Lokal adalah dasar untuk pengambilan kebijakan pada level lokal dibidang
kesehatan, pertanian, pendidikan, pengelolaan sumber daya alam dan kegiatan
pedesaan.
Ciri
ciri kearifan lokal :
-mampu
bertahan terhadap budaya luar
-memiliki
kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar
-mampu
mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam budaya asli
-mampu
mengendalikan dan mampu memberi arah pada perkembangan budaya
Tipe-Tipe
Kearifan Lokal :
•Kearifan
Lokal dalam hubungan dengan makanan
•Kearifan
Lokal dalam hubungan dengan pengobatan
•Kearifan
Lokal dalam hubungan dengan sistem produksi
•Kearifan
Lokal dalam hubungan dengan perumahan
•Kearifan
Lokal dalam hubungan dengan Pakaian
•Kearifan
Lokal dalam hubungan sesama manusia
Globalisasi adalah
proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia,
produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan infrastruktur
transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegraf dan Internet,
merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling
ketergantungan
(interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya.
Hubungan
Antara Globalisasi & kearifan lokal
Proses saling mempengaruhi adalah gejala yang
wajar dalam interaksi antar masyarakat. Melalui interaksi dengan berbagai
masyarakat lain, kelompok-kelompok masyarakat selalu mengalami proses
dipengaruhi dan mempengaruhi. Kebudayaan juga mampu menyesuaikan diri dengan
keadaan yang senantiasa berubah. Di era globalisasi ini masyarakat harus bisa
menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada .
Kondisi
Kesenian
dan
Kebudayaan
di Era Globalisasi
Arus globalisasi membuat perubahan budaya terjadi di dalam masyarakat tradisional, yaitu perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa.
Walaupun
ada upaya pewarisan kearifan lokal dari generasi ke generasi, tidak ada jaminan
bahwa kearifan lokal akan tetap kukuh menghadapi globalisasi.
Masuknya Pola Hidup Barat dan Budaya Populer
Budaya yang masuk ke Indonesia
seperti cara berpakaian, etika, pergaulan dan yang lainnya sering menimbulkan
berbagai masalah sosial diantaranya; kesenjangan sosial ekonomi,
kerusakan lingkungan hidup, kriminalitas, dan kenakalan remaja.
PERUBAHAN BUDAYA DALAM GLOBALISASI ; KESENIAN YANG BERTAHAN DAN
YANG TERSISIHKAN
Kesenian-kesenian yang bersifat
ritual mulai tersingkir dan kehilangan fungsinya. Sekalipun demikian, bukan
berarti semua kesenian tradisional kita lenyap begitu saja. Ada berbagai
kesenian yang masih menunjukkan eksistensinya, bahkan secara kreatif terus
berkembang tanpa harus tertindas proses modernisasi. Pesatnya laju teknologi
informasi atau teknologi komunikasi telah menjadi sarana difusi budaya yang
ampuh, sekaligus juga alternatif pilihan hiburan yang lebih beragam bagi
masyarakat luas. Akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati berbagai
seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka.
Batik
Blora, merupakan bagian dari kesenian blora
Setelah
lama mengembangkan motif batik dengan ciri khas Blora. Saat ini mulai
dikembangkan lagi motif batik Blora dengan carak dan ciri khas warga Samin yang
ada di Blora.
Motif
samin
tersebut telah dikembangkan sekitar enam bulan yang lalu dan dikerjakan sendiri
oleh lima orang warga sedulur sikep yang ada di Dusun Karangpace, Desa
Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Blora.
Keraton
adalah contoh kearifan lokal yang menjadi obyek
wisata
dan
pengembangan
ilmu
pengetahuan
sekaligus
Museum Perjuangan
Bangsa
Warteg
merupakan salah satu contoh kearifan lokal dalam wujud gotong royong. Dengan
penggiliran pengelolaan warung sebagai implementasi nilai gotong royong.
Berikut
dampak globalisasi terhadap kearifan lokal:
1. Persegaran
dan pergantian manusia;
2. Kebebasan
terkekang;
3. Kepribadian
terhimpit;
4. Obyektivitas
manusia;
5. Mentalitas
tekhnologi;
6. Krisis
teknologi dan
7. Nilai
etika dan moral ditinggalkan (bergeser).
Kearifan
lokal menjadi penting dan bermanfaat hanya ketika masyarakat lokal yang
mewarisi sistem pengetahuan itu mau menerima dan mengklaim hal itu sebagai
bagian dari kehidupan mereka
Sumber :







Tidak ada komentar:
Posting Komentar